|
Misalnya, kalau semuanya sudah punya sertifikat tanah, maka untuk memerikan bantuan terhadap masyarakat, khususnya warga miskin, akan semakin lebih mudah. Misalnya dengan mendirikan sejumlah infrastruktyur dilingkungan pemukiman warga, sehingga lingkungan setempat menjadi ramai. Kalau tempat itu sudah ramai, maka harga jual rumah atau tanah dilingkungan itu semakin mahal.
Hal tersebut dikatakannya usai mengikuti acara p[enandatangan kerja sama soal pembuatan sertifikat tanah warga yang dibiayai APBD Kota diRuang Pertemuan Setda, kemarin (14/8) pagi. hadir dalam kegaitan itu, Wali Kota HM Basyir Ahmad, Assisten I Setda Suharto SH, Kabag Pemerintahan Kustiati, dan sejumlah camat dan lurah. "Sasaran utama kami adalah masyarakat miskin. Data ditempat kami tertulis lebih kurang 5.068 rumah warga miskin belum bersertifikat," kata dia.
1.900 lembar.
Lebih lanjut Boedi mengatakan pelaksanaan pemenuhan target itu sudah dilakukan sejak tahun 2007. Pada tahun itu, pihaknya membuat sertifikat 1.900 lembar. Kemudian tahun ini, sekitar 320 rumah warga miskin sudah bersertifikat. Sedangkan sisanya hingga kini masih diusahakan untuk pembuatan surat kepemilikan tanahnya. "Untuk bisa mencapai target tersebut, kami telah menjalin kerjasama dengan pemkot," tegasnya.
Sementara itu, Wali Kota HM Basyior Ahmad menyambut gembira dengan dilakukan penandatanganan kerja sama pembuatan sertifikat rumah warga. Menurutnya, dengan langkah tersebut paling tidak akan mengembalikan fungsi aparatur pemerintah. Dalam hal ini, tandasnya pemkot telah berusaha memberikan pelayanan terhadap masyarakat, khususnya tentang kepemilikan tanah.
"Saya minta kepada semua petugas di kecamatan dan kelurahan. Jika ada warga yang ingin mengurus sertifikat supaya dilayani dengan baik, tegasnya (Sumber informasi : Suara Merdeka (16/8/08) |